Bussiness Attitude

Sejak bulan lalu klub kantor kami (semacam pengurus kegiatan-kegiatan untuk para staf) sedang merencanakan suatu kegiatan yang mendebarkan: Go Kart racing! Saya yang kebetulan terpilih sebagai presiden klub Desember lalu (gak bisa jadi presiden Indonesia, jadi presiden klub pun oke lah.. hehehe), sedang merencanakan untuk buat racingnya tanggal 7 Feb 09. Sebenarnya rencana awal adalah 31 Jan 09, tapi gagal total karena hujan.

Ada 2 track yang berdekatan dengan kantor kami. Saya lobi track A untuk turunkan harga (RM 27.5/session/orang), tapi tak berhasil, walau sudah bilang kita ada 40 orang. Padahal mereka akan dapat penjualan sekitar RM2500 (sekitar Rp 7.9 jt) hanya dalam beberapa jam. Mereka sarankan untuk ambil paket Corporate dengan segala fasilitasnya. Yang buat saya tak habis pikir, setelah dikalkulasi, harga std RM27.5/session langsung meroket jadi sepadan dengan RM 70/session (naik jadi 255%).

Padahal di track B, yang harga per session-nya adalah RM35, kalo ambil paket Corporate (juga dengan fasilitas tambahan yang sama), dikalkulasi jadi RM48/session. Walau harga dasarnya lebih mahal, tapi harga Corporate-nya masuk akal. Dan ternyata memang jadinya lebih murah. Setelah negosiasi, track B malah menurunkan harga std-nya jadi RM30/session jika tak memilih paket Corporate, karena kami ada 40 orang.

Inti dari cerita saya adalah, 2 track management tadi memilki bussiness attitude yang sangat berbeda. Di track A mereka seolah-olah punya prinsip, ini tawaran kami, kalau sanggup silakan, kalo keberatan ya udah gak apa apa. Ditambah lagi, sepertinya bussiness aptitude-nya juga kurang jalan. Mereka tidak mengerti apa yang salah dengan harga yang menjadi 255% lebih mahal. Oh my God… hanya dengan tambahan beberapa fasilitas, harga bisa melonjak jadi 255%, dan mereka anggap tidak ada yang salah? Atau malah mereka tidak tau salahnya dimana? Oh my God…

Di track B, walau harga dasarnya lebih mahal, dan ternyata diatas budget pelanggan, mereka membuka diskusi bagaimana supaya deal. Menurut saya ini baru orang-orang yang punya bussiness attitude yang bagus, terutama di saat-saat sekarang orang sedang benar-benar mengkalkulasi pengeluaran. Sementara service mereka kan bukan sembako yang pasti dibeli orang. Jadi akhirnya saya putuskan untuk buat Go Kart racingnya di track B.

Sebagai catatan tambahan, saya tau lokasi track A karena kebetulan sering saya lewati. Tapi track A tidak punya website khusus, tidak punya email khusus (misal nama@trackA.com) dan tidak dipublish karena tak ada websitenya, dan yang lebih buat saya geleng-geleng kepala, mereka tidak punya telepon ataupun fax kantornya! Jadi untuk mendapatkan cara mengkontak mereka, susah nya minta ampun. Akhirnya saya baru dapat kontak mereka dari rekan saya yang kebetulan pernah main disitu. Pheewww… Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana sebuah bisnis yang jalan dengan modal sangat besar, tidak mempublikasikan dirinya secara cukup. Kalau dilihat dari jumlah pelanggannya, track B memang kelihatan lebih banyak. Sangat mungkin masalah manajemennya ini adalah salah satu sebab utamanya.

Jadi kalau rekan-rekan (dan saya juga) nanti buat bisnis sendiri (mana amiinn-nya?), pastikan bisnis kita diketahui orang dengan mudah, dan manajemennya ditata bener-bener, supaya bisa jalan secara optimal.

Regards,

Nugraha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: