Template Editor v.3x : Perkenalan

Berikut adalah pembahasan tentang Template Editor (New version, v3.0 up) pada Tekla Structures, yang menurut saya sangat powerful untuk menghasilkan output yang kita inginkan. Saya melihat Template Editor semakin lama semakin mendekati fungsi2 Miscrosoft Excel yang memang sudah terbukti sangat powerful, hampir2 mencakup seluruh fungsi yang kita pakai pada pekerjaan sehari2.

Jika kita dapat menguasai Template Editor, artinya kita sudah beberapa langkah lebih baik (bukan hanya selangkah) dalam hal mengoptimalkan TS.

Sekarang saya akan bahas tentang bagian2 dari suatu template.

Suatu Template terdiri dari (disusun secara berurutan) :

– Header : tampil pada awal output

– Page Header : tampil pada awal tiap page

– Rows (nah ini dia.. hehehe) : bagian yang memproses objects yang kita inginkan (ini adalah bagian yang paling berguna)

– Page Footer : tampil pada akhir tiap page

– Footer : tampil pada akhir output

Dari 5 bagian dari template diatas, tidak satupun yang wajib (mandatory) ada pada suatu template. Artinya, penggunakan bagian-bagian template tsb tergantung dari object yang diproses dan output yang kita inginkan.

Apa itu object? Object adalah : gambar, text, simbol, ddl, namun yang terpenting adalah parameter (disebut juga “field”) yang sudah tersedia di TS database, seperti “NUMBER”, “LENGTH”, “WEIGHT”, dll)

Kalau kita perhatikan contoh field diatas : “NUMBER” (jumlah), field ini bisa kita gunakan misalnya :

1. pada part : menghasilkan jumlah part yang kita proses

2. pada bolt : menghasilkan jumlah bolt yang kita proses

3. pada drawing : menghasilkan jumlah drawing yang kita proses

part/bolt/drawing ini kita sebut “Content type”, artinya memang tergantung pada apa yang kita proses. Berita baiknya, pada Template editor ver 3.30, Content type ini sudah ada 21 buah (bandingkan dengan ver 2.0 sewaktu TS masih bernama XSteel, yang mempunyai hanya sekitar 10 content type). Ini artinya semakin banyak parameter (part, bolt, drawing, assembly, dll) yang bisa kita proses untuk setiap field (number, length, weight, phase, level, dll).

Flexibelitas ver 3.x ini yang sangat powerful jika dibandingkan dengan ver 2.x. Karena itu, buat rekan2 yang masih berkutat dengan ver 2.x, mari belajar sama2 untuk menggunakan ver 3.x.

Buat yang baru belajar tentang Template Editor, take your time.. saya juga perlu waktu kok untuk bisa ngerti. tapi karena saya melihat penguasaan template ini sangat penting (termotivasi), setelah dipelajari, gak susah2 amat kok.. hehehe

OK, jumpa lagi pada posting berikutnya.

Regards,

MC Nugraha

13 Responses

  1. Assalamu’alaikum Wr Wbr.

    Selamat bertemu Mas Nugi!

    Mas nugi, Template saya rasa klo hanya output di Shop Drawing mungkin tidak banyak masalah=> sudah ada yang bikin, tapi mas nugi, saya ketemu kendala untuk membuat report.
    Report disini maksudnya sifatnya tidak formal, hanya untuk detailer sendiri spt untuk cecking saja.
    Sebagai contoh :
    Karena modifikasi model / sering bahkan, maka assembly mark sudah tidak urut lagi :
    C101, C102, C103, C104, C105, C108, C109, C110  antara C105 dg C108 itu ada loncatan, bagaimana membuat reportnya supaya cepat dilacak hal spt itu. Contoh itu memang jumlahnya 8, tp klo ribuan gimana? Mata bisa jereng ngeceknya. Saya sudah mencoba sbb:

    No urut assembly mark Calculasi
    1 C101 100 berasal dari 101-1
    2 C102 100 berasal dari 102-2
    3 C103 100 —dst
    4 C104 100
    5 C105 100
    6 C108 102 >disini terjadi loncatan/ disini focus ngeceknya
    7 C109 102
    8 C110 102

    9 B101 92
    10 B102 92
    11 B103 92
    12 B104 92
    13 B105 92
    14 B109 95 >disini terjadi loncatan
    15 B110 95
    16 B111 95
    Di No urut antara C dan B itu menerus, bagaimana caranya klo prefixnya berbeda maka startnya dari 1 lagi, tujuannya supaya di calculasi nomornya rapi jadi melihatnya jd enak.
    Report itu hanya digunakan untuk cecking saja, mengecek nomor-nomor yang lompat. Apalagi klo yang dicek single part,…….waduh banyaknya,…puluhan ribu.

    Trim,

    santo

    • dari awal numbering settingnya seperti ini mas biar tersusun rapih:
      Numbering option: beri centang “re-use old number”
      New: pilih yang “re-use old number”
      modified:pilih yang “keep number if possible”

      Moga bermanfaat.

      Regards

  2. Assalamu’alaikum Wr Wbr.

    Mas nugi,

    Sori mas, mo tanya : bisa tidak klo dalam forum spt ini, bisa ditampilkan gambar2 3D, dan lebih canggih lagi dalam bentuk video, spt you tube. Biar KEREN, hehehehe……
    Itu bisa membantu pertanyaan dan jawaban rekan-rekan yang ada masalah ato yang pengen share pengalaman. Klo dalam bentuk gambar atau bahkan videokan lebih jelas!!!!!!!

    trim

    santo

  3. Santo,

    nanti coba saya buat dulu, tapi idenya adalah mengbandingkan antara current running number dengan next running number.

    FYI, saya banyak buat report yang hanya digunakan sebagai alat bantu detailer dalam perkerjaannya, tidak untuk disubmit ke client. istilah saya, checking reports. diantaranya adalah : check bolt length, check part orientation, check assembly/part yang belum ada drawingnya, dll. ini memang sangat membantu mengurangi human error.

    regards,
    Nugraha

  4. Mas Nugi,

    Mengenai bolt length bagaimana didalam model, apakah kalkulasi tekla sudah pasti ok sesuai dengan yg diharapkan? ato setelah dicek sebagian kecil hrs ditambah ato dikurangi bolt lengthnya?

    trim,

    santo

  5. Tips!!

    Di Row -> advanced (role contents) -> operators ada di box structure yg berisi condition = if then else endif. Jelas sekali Row ada fasilitas untuk pengkondisian.

    Tapi mungkin bagi temen2 yg blm tahu bahwa di value field properties -> formula bisa di tulis pengkondisian yaitu if then else endif, walaupun di value field juga ada operators tetapi structure yg berisi condition tidak ada.

    Selamat mencoba!!

    Santo

  6. salam kenal tuk mas nugi…

    newbie ikut nimbrung…

    sepi amat yach??????

    bagi2 kalo ada kerjaan mas…tx……

  7. Salam kenal mas nugraha. Mo tanya..Adakah macro untuk pemasangan gusset plate+bolt untuk material chanel di box(dpakai u/purlin or cladding) makasih dari kusnadi.

  8. Assalamu’alaikum Wr Wbr
    salam kenal mas nugraha. Mas saya mau tanya tentang cara bikin template itu gimana ya mas. saya udah utak utik sampe pusing gk ketemu.
    terima kasih

    • coba liat template2 standard bawaan tekla, trus pelajari rules-nya. btw, saya sarankan pelajari template yang baru ya (ver 3 keatas), supaya up to date dengan pengembangan tekla. yang penting pahami template structure dan rules’ structure-nya. soal perintah mudah dihapal. hayoh yang semangat🙂

  9. Trims mas, saya sedang mengenal dasar2 blog. Makasih atas pencerahannya kpd newbi.
    Maaf saya webnya lagi di buat !!!

  10. Assalamua’laikum Wr Wb
    salam kenal mas nugraha, mas sy baru pertama kali menggunakan tekla, sy mau tanya mengenai numbering yg msh bingung misal ny kalo sy punya 5 part dengan ukuran & bentuk yg sama apakah pada part numbering prefix nya di samakan ato harus di urut misal nya K1 K2 K3 dst..atau cukup dengan satu identifikasi saja misal ny cukup K1?
    terima kasih Wasalam..
    luqman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: